Senin, 05 April 2010

rangkuman konsep dan terminologi depresiasi

Konsep dan Terminologi Depresiasi
Depresiasi adalah penurunan nilai fisik barang dengan berlalunya waktu dan penggunaan . lebih spesifik lagi , depresiasi adalah konsep akuntansi yang menentukan suatu deduksi tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak, dengan demikian efek waktu dan penggunaan atas nilai asset dapat derefleksikan di dalam laporan keuangan perusahaan. Deduksi depresiasi tahunan bertujuan untuk menyesuaikan nilai tahunan yang digunakan oleh suatu asset dalam proses produksi dari pendapatan berdasarkan umur ekonomis actual asset . jumlah actual depresiasi tidak pernah dapat ditentukan sampai asset tersebut berhenti digunakan. Karena depresiasi merupakan biaya non – kas yang mempengaruhi pendapatan pajak, kita harus mempertimbangkannya dengan semestinya ketika melakukan studi ekonomi tentang after tax teknik.
Untuk menentukan apakah deduksi depresiasi dapat dilakukan , klasifikasi dari berbagai jenis barang harus benar – benar dipahami. Umumnya, barang dapat diderpesiasi jika memenuhi ketentuan – ketentuan dasar berikut :
Harus digunakan dalam bisnis atau untuk menghasilkan pendapat.
Harus mempunyai umur efektif yang dapat ditentukan , dan umur tersebut harus lebih dari satu tahun.
Harus merupakan sesuatu yang dapat dipakai sampai aus, diperbaiki, menjadi tak terpakai , atau nilainya hilang karena alasan – alasan umum.
Bukan merupakan inventori, stok dalam perdagangan , atau barang investasi.

Barang yang dapat didepresiasi diklasifikasikan baik sebagai barang berwujud(tangible) maupun tak berwujud(intangible). Barang berwujud dapat dilihat atau dipegang, dan terdiri dari dua golongan besar yang disebut barang pribadi ( personal property) dan barang riil( riil property). Yang termasuk barang pribadi adalah mesin, kendaraan , alat – alat perabotan, dan barang yang sejenis. Sebaliknya, barang riil adalah tanah dan umumnyavadalah sesuatu yang dapat dibangun,tumbuh,atau ditancapkan ditanah. Namun,tanah itu sendiri tidak dapat didepresiasi karena umur efektifnya tidak dapat ditentukan. Brang tidak berwujud merupakan barang pribadi seperti hak cipta, paten, atau waralaba.
Metode depresiasi dan keterkaitan jangka waktu
Metode pokok yang digunakan untuk barang yang digunakan dalam 3 periode waktu yang berbeda.

Sebelum 1981 : metode pokok yang digunakan adalah garis – lurus ( staright – line SL) , keseimbangan – menurun (declining – balance D B) dan jumlah –digit-tahun (sem-of-years-digit SYD ). Secara kolektif,metode ini disebut sebagai metode depresiasi klasik atau historis.
Setelah 1980 dan sebelum 1987 : pajak federal,barang yang digunakan selama periode ini harus didepresiasi dengan menggunakan Accerelated Cost Recovery Tax System(ACRS). System ini diimplementasikan oleh Economix Recivery Tax Act 1981(ERTA).
Seletah 1986 : Tax Reform Act 1986(TRA 1986) merupakan salah satu reformasi pendapatan pajak yang paling besar dalam sejarah Amerika Serikat. Tindakan ini adalah dengan memodifikasi ACRS yang diimplementasikan oleh ERTA dan membutuhkan Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS) untuk mendepresiasi barang – barang berwujud yang digunakan setelah tahun 1986.

Definisi tambahan
Adjusted(cost)basis : basis biaya original dari asset, disesuaikan dengan kenaikan atau penurunan yang diizinkan , yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi dan deplesiasi.
Basis , atau cost basis : biaya mula – mula dari mengakuisisi asset(harga pembelian ditambah pajak penjualan), termasuk biaya transportasi dan biaya normal lainnya untuk membuat asset tersebut dapat berjalan seperti yang diharapkan. Jumlah ini disebut juga dengan unadjusted cost basis .
Nilai Buku (Book Value – BV) Bv merupakan basis biaya orisinal dari barang termasuk setiap penyesuaian,dikurang semua deduksi depresiasi atau deplesiasi yang diizinkan. Bv mencerminkan jumlah modal yang diinvestasikan perusahaan dalam barang dan harus ditutupi di masa yang akan datangf melalui proses akuntansi.
(Nilai buku)k = adjusted cost basis – ∑_(j=1 )^k▒〖(deduksi depresiasi)〗
Nilai Pasar (market Value- MV) jumlah yang bersedia dibayar oleh pembeli kepada penjual untuk suatu barang dimana masing – masing mempunyai keunggulan yang sama dan tidak ada tekanan untuk membeli atau menjual . MV memperkirakan nilai sekarang(present value) dari apa yang akan diterima melalui pemilik barang , termasuk nilai waktu dari uang(atau laba).
Periode pemulihan (recovery period) : jumlah tahun yang mana basis barang telah dipulihkan melalui proses akuntansi . untuk metode depresiasi klasik, normalnya periode ini merupakan umur efektif . berdasarkan MACRS , periode ini merupakan kelompok barang (property class) untuk General depreciation System(GDS) , dan merupakan kelompok umur (class life) untuk Alternative Depreciation System (ADS).
Tingkat pemulihan(Recovery Rate) suatu persentase (dalam bentuk decimal) untuk masing-msing tahun periode pemulihan MACRS yang digunakan untuk menghitung deduksi depresiasi.
Nilai sisa (salvage value – SV) : merupakan ekspektasi harga penjualan dari suatu barang apabila asset tersebut tidak produktif lagi digunakan oleh pemiliknya.
Umur efektif ( useful life) : harapan (estimasi) jangka waktu penggunaan suatu barang dalam perdagangan atau bisnis untuk menghasilkan pendapatan. Umur efektif kadang – kadang mengacu pada umur depresiasi(depreciable life).

Metode Depresiasi Klasik ( historis)
Bagian ini manggambarkan dan mengilustrasikan metode garis – lurus, keseimbangan menurun,dan jumlah-angka-tahun dari kalkulasi deduksi depresiasi.

Metode Garis – Lurus ( straight-Line – SL)
Metode Sl mengasumsikan bahwa jumlah tetap yang didepresiasikan setiap tahunnya atas umur depresiasi(efektif)asset.
Dk = (B-SV N ) / N

N= umur depresiasi asset dalam tahun
B= harga beli dari asset,termasuk penyesuaian yang diizinkan
Dk= deduksi depresiasi tahunan dalam tahun k(1≤k≤N)
BVk = nilai buku pada akhir tahun k
SV N = estimasi nilai sisa pada akhir tahun N
Dk= kumulatif depresiasi sepanjang tahun k

Dk* = kdk untuk 1 ≤k≤N
BV k = B-dk *

Metode Keseimbangan Menurun (DB)
Metode ini kadang-kadang disebut metode persentase tetap atau rumus Matheson , diasumsikan bahwa depresiasi biaya tahunan merupakan persentase tetap dari BV pada pemulaan tahun.rasio depresiasi dalam setiap satu tahun terhadap BV pada permulaan tahun adalah tetap diseluruh umur asset dan ditandai dengan R(0≤ R ≤ 1). Dalam metode ini ,R=2/N ketika digunakan keseimbangan menurun 200% (yaitu,dua kali tingkat garis lurus 1/ N ), dan N sama dengan umur depresiasi asset. Jika ditetapkan bahwa metode keseimbangan menurun 150% , maka R=1,5/N. berikut hubungan yang tepat untuk metode keseimbangan menurun :
D1 = B(R)
Dk = 〖B(1-R)〗^(k-1)(R)
Dk = B[1-〖(1-R)〗^k]
BVk = B〖(1-R)〗^k
BV N = B〖(1-R)〗^N
Metode Jumlah – Angka- Tahun (SYD)
Depersiasi untuk setiap tahun adalah hasil dari faktor depresiasi SYD untuk tahun tersebut dan selisih antara cost basis dan estimasi akhir SV.
Dk = ( BSV N ). [2(N-k+1)/N(N+1) ]
Nilai buku pada akhir tahun k:
BVk = B – [(2(B-SV N))/N] k+ [((B-SV N))/(N(N+1))]k(k+1)
Dan akumulatif depresiasi sampai k tahun adalah sederhana saja
Dk*= B – BVk

Keseimbangan menurun yang dialihkan ke garis –lurus
karena metode keseimbangan menurun tidak pernah mencapai BV yang nol,maka diperbolehkan untuk berpindah dari metode ini ke metode garis lurus sehingga SV N asset akan menjadi nol.
Metode produksi –unit
Depresiasi per unit produksi

= (B-SV N)/((estimasi jangka waktu umur produksi dalam unit-unit ))


Modified Accelerated Cost Recovery System (MACRS)
MACRS berlaku untuk kebanyakan barang tangible yang dapat didepresiasi dalam penggunaannya. MACRS terdiri dari 2 sistem untuk menghitung deduksi depresiasi . system utama nya disebut General depreciation system (GDS) dan system kedua disebut Alternative depreciation system (ADS).
Apabila asset didepresiasi dengan menggunakan MACRS, informasi berikut ini diperlukan debelum deduksi duhitung:
Cost Basis
Tanggal barang tersebut digunakan
Kelas barang dan periode pemulihan
Menggunakan metode depresiasi MACRS(GDS atau ADS)
Konvensi waktu yang digunakan (setengah tahun)

Kelas barang dan periode pemulihan
Informasi dasar tentang kelas barang dan periode pemulihan adalah sebagai berikut:
Kebanyakan barang pribadi yang tangible diberikan untuk satu dari enam kelas barang pribadi (3-,5-,7-,10-,15-, dan 20- tahun barang ).kelas barang pribadi adalah sama seperti periode pemulihan GDS
Barang riil diberikan untuk dua kelas barang riil barang riil nonresidential dan barang sewa residential.
Periode pemulihan untuk GDS adalah 39 tahun untuk barang riil non residentialdan 27,5 tahun untuk barang sewa residential.
Metode depresiasi ,konvensi waktu dan tingkat pemulihan
Kelas barang pribadi GDS 3-, 5-,7-, dan 10-,tahun: metode kesembangan menurun 200% , yang dialihkan ke metode garis-lurus apabila metode terebut memberikan deduksi yang lebih besar.
Kelas barang pribadi GDS 15-, dan 20-, tahun : metode DB 150%,yang dialihkan ke metode SL apabila metode tersebut memberikan deduksi yang lebih besar .
Kelas barang riil nonresidential dan residential GDS: metode SL terhadap periode pemulihan GDS tetap.
ADS : metode SL untuk barang pribadi dan barang riil terhadap periode pemulihan ADS tetap.

Contoh Depresiasi Umum
Metode depresiasi yang menghasilkan nilai sekarang lebih besar (dari jumlah depresiasi) lebih disukai oleh perusahaan yang ingin mengurangi nilai sekarang dari pajak pendapatan yang harus dibayar kepada pemerintah.
Deplesiasi (Depletion)
Ada dua cara untuk menghitung nilai deplesiasi: (1) metode biaya dan (2) metode persentase. Metode biaya digunakan untuk semua jenis barang yang dideplesiasi dan merupakan metode yang dapat digunakan secara luas. Berdasarkan metode biaya unit yang akan ditambang atau dipanen. Deduksi (nilai deplesiasi) untuk pajak tahunan dihitung sebagai produk dari jumlah unit yang terjual selama tahun tersebut dan unit deplesiasi,dalam dolar. Deplesiasi dapat dihitung dalam persentase pendapatan kotor,menetapkan bahwa jumlah yang dibebankan untuk deplesiasi tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih(100% untuk minyak dan gas) sebelum deduksi dari nilai deplesiasi . metode persentase dapat digunakan untuk kebanyakan jenis tambang logam,deposit geothermal, dan tambang batubara,tetapi tidak untuk kayu. Umumnya, penggunaan persentase deplesiasi untuk minyak dan gas tidak diizinkan kecuali untuk produksi minyak dan gas domestic.
Penghantar untuk Pajak Pendapatan
Apabila jenis – jenis pajak lain dimasukkan dalam studi ekonomi teknik, normal mereka biasanya dideduksi dari pendapatan ktor,karena aka nada biaya operasi lainnya,dalam menentukan arus kas sebelum pajak.
Perbedaan antara pajak pendapatan dan beberapa jenis pajak lainnya:
Pajak pendapatan dinilai sebagai suatu fungsi dari pendapatan kotor dikurang deduksi yang diizinkan.
Pajak property dinilai sebagai fungsi dari nilai barang itu sendiri, jadi barang tersebut terlepas dari pendapatan atau laba perusahaan.
Pajak penjualan dinilai berdasarkan pembelian barang dan jasa , dan terlepas dari pendapatan dan laba kotor.
Pajak pembelian merupakan pajak federal yang dinilai sebagai fungsi dari penjualan atau jasa tertentu yang sering dianggap tidak penting,dan karenanya terlepas dari pendapatan atau laba dari bisnis.
Minimum sebelum – pajak dan sesudah pajak tingakt pengembalian (rate of Return)yang menarik
MAAR sebelum –pajak = (MARR setelah-pajak)/((1-effective income tax rate))
Pendapatan korporat (perusahaan bisnis)yang kena pajak
Pendapatan kena pajak = pendapatan kotor-semua pengeluaran kecuali investasi modal – deduksi depresiasi
Tingkat pajak pendapatan perusahaan efektif(marjinal)
golongan pendapatan kena pajak sehingga sebuah perusahaan yang berada dalam tahun pajak, tingkat marjinal federal dapat bervariasi dari 15% sampai maksimum 39%.

T= tingkat (rate)Negara baian +tingkat federal(1 tingkat Negara bagian)

Untung (Rugi) atas Sisa Aset

[keuntungan (kerugian)atas sisa barang ]N = MV N BV N


Procedur Umum untuk Membuat Analisis Ekonomi setelah – Pajak
Rk = pendapatan (dan simpanan)dari proyek tersebut;ini merupakan arus kas masuk dari proyek selama periode k
Ek = arus kas keluar selama tahun k untuk deduksi pengeluaran dan bunga
Dk = total dari semua nonkas ,atau buku , biaya selama tahun k eperti depresiasi dan deplesi
T= effective income tax atas pendapatanbiasa(federal,Negara bagian,dan lainnya);t diasumsikan konstan selama periode studi
Tk = pajak pendapatan yang dibayar selama tahun k
ATCFk = ATCF dari proyek selama tahun k

Tk = -(Rk Ek Dk )

ATCFk = BTCFk + Tk*
=(Rk Ek) t(Rk Ek Dk)
=(1 T) (Rk Ek) +tdk

Ilustrasi dari penghitungan ATCF
Analisis setelah pajak yang memasukkan rancangan keuangan khusus
Pada bagian ini kita akan menunjukkan bagaimana menganalisis investasi modal dari sudut pandang equity investor sudut pandang ini mungkin dibutuhkan ketika usaha tertentu yang dilakukan cukup beresiko dan equity investor memaksa dilakukan penilaian eksplsit terhadap profitabilitas proyek dari investasi mereka. Untu k mengerjakannya ,ATCFs proyek harus dievaluasi dari sudut pandang pemegang saham perusahaan dengan menggunakan tingkat bunga yang sama dengan opportunity cost equity capital.
Efek setelah pajak dari nilai delesiasi
Pendapatan dari investasi atas sumber daya alam tertentu bertujuan untuk membuat nilai deplisiasi sebelum pajak pendapatan dihitung. Dalam kondisi tertentu ,khususnya bila pembayar pajak berada dalam kelompok dengan pajak pendapatan yang cukup tinggi,penentuan penyusutan/deplesiasi dalam undang – undang pajak dapat memberikan keunggulan ekonomis yang patut dipertimbangkan.
Nilai penyusutan /deduksi yang dapat dideduksi dalam tahun yang diberikan mungkin berdasarkan pada persentase tetap dari pendapatan kotor(15%untuk sumur geothermal),ditunjukkan bahwa deduksi tidak melampaui 50% (100% untuk barang minyak dan gas) dari pendapatan bersih sebelum deduksi.


PELUANG USAHA
RENTAL KOMPUTER
Dalam kalangan Mahasiswa, computer adalah termasuk sarana yang tidak bias diabaikan. Hamper setiap tugas dan praktikum dikerjakan menggunakan computer. Tetapi tidak semua mahasiswa mampu membeli computer. Peluang ini jangan disia-siakan begitu saja, karena bagaimanapun bisnis ini akan tetap diperlukan bagi mahasiswa samapai kapanpun. Lagipula pengelolaannya termasuk mudah, cukup perlengkapan yang lengkap tempat yang strategis, kita bias dengan segera menjalankannya.
Kita tak perlu mengkhawatirkan tentang waktu yang bias menyita kita dibisnis ini, karena cukup dengan menggaji satu atau dua pegawai bisnis ini bias berjalan dengan pengawasan yang sangat mudah.
KONSUMEN
Konsumen utama kita dibisnis ini adalah para mahasiswa
BAGAIMANA MEMULAI
Pertama kali tentunya kita harus mendapatkan tempat yang berada disekitar wilayah kampus. Jika sudah mendapatkannya, kita bias segera membeli peralatan yang diperlukan. Selesai sudah, tinggal memasarkan dan memulainya. Sangat mudah sekali.
HAMBATAN
Hal yang paling bisa menjadi kendala dalam bisnis kita ini adalah persaingan yang sangat ketat. Bila tidak berhati – hati, kita akan ditinggalkan pelanggan kita dan bisnis kita berhenti seketika.
KUNCI SUKSES
Ada beberapa hal yang bisa kita garis bawahi dalam bisnis ini agar bisnis kita bisa terus langgeng. Yang pertama tentu tempat. Semakin strategis tempat tersebut, semakin baik bagi kita. Dan sebaiknya tempat yang kita gunakan cukup luas dan nyaman agar orang betah berada disana.
Yang kedua, kualitas peralatan kita, dalam hal ini computer dan printer. Semakin baik kualitas computer dan printer kita, maka semakin menarik tempat kita bagi para mahasiswa.
Yang ketiga, kelengkapan peralatan. Kita bisa menambahkan scanner dalam tempat usaha kita dan berbagai hal lain yang bisa membantu para mahasiswa dalam mengerjakan tugas mereka.
Analisis BEP
Investasi Awal
Komputer (min. 3 dengan kondisi baik ) Rp 7.500.000,-
Printer ( minimal 2 ) Rp 1.400.000,-
Kursi dan Meja Rp 1.600.000,-
Scanner Rp 600.000,-
Kertas, tinta dan CD kosong Rp 200.000,-
Sewa tempat ( 1 tahun ) Rp 3.000.000,-
TOTAL Rp 14.300.000,-
Biaya Operasional
Gaji pegawai Rp 600.000,-
Kertas, tinta dan CD kosong Rp 200.000,-
Listrik Rp 300.000,
TOTAL Rp 1.100.000,-
Omzet* per bulan Rp 2.000.000,-
Pendapatan Rp 900.000,-
Analisis BEP 15,9 bulan
Catatan :
Omzet bisa bertambah jika musim banyak tugas dan skripsi







WARNET
Bisnis ini selalu dibutuhkan karena informasi yang dijualnya. Hamper semua orang membutuhkan internet. Jika kita mau memulai bisnis ini, hamper bisa dipastikan bahwa 90% sukses dan bisa bertahan. Hal ini dikeranakan pengelolaan yang mudah, sementara semua orang membutuhkan layanan ini sedangkan jumlah warnet yang ada belum memadai untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.
Sebagaimana bisnis game centre, bisnis ini buka 24 jam. Jadi bagaimanapun juga, bisnis ini tetap membutuhkan beberapa pegawai untuk mengelolanya selagi kita bekerja dikantor.
KONSUMEN
Tujuan Konsumen kita adalah semua kalangan.
BAGAIMANA MEMULAI
Sama seperti game centre, bisnis ini membutuhkan tempat yang luas dan nyaman. Ukuran luas yang dibutuhkan sekitar 200 m2 untuk sekitar 25 komputer. Jika tempat itu sudah tersedia, kita bisa segera mencari computer yang merenovasi tempat. Pengguna warnet biasanya membutuhkan privacy, sehingga pengaturan ruangan dibuat sekat – sekat.
Begitu semua sudah siap kita bisa menghubungi penyedia layanan jaringan internet yang bisa antara Rp 3juta sampai Rp 10juta perbulan. Biaya tersebut belum pemasangan jaringan di usaha kita.
HAMBATAN
Kecuali modal yang cukup besar, juga ada hambatan persaingan. Selain itu, harus selalu mengantisipasi perkembangan teknologi dan software yang sangat cepat.
KUNCI SUKSES
Tempat kita harus byaman dari semua lini, yaitu ruangan, kursi pelayanan, dan jasa spesifikasi computer yang kita sediakan. Untuk ruangan sebaiknya menggunakan beberapa AC, karena meski hanya duduk, main game tetap membutuhkan konsentrasi tinggi. Kemudian kursi juga yang ergonomis dan nyaman agar betah duduk lama – lama dalam bermain menggunakan layanan internet. Sedang untuk pelayanan kita bisa menjual berbagai makanan ringan dan softdrink yang bisa dipesan sewaktu – waktu oleh pelanggan.

Analisis BEP
Investasi Awal
-Renovasi ruangan dan
Peralatan pendukung ( AC, dll ) Rp 10.000.000,-
-Komputer Rp 75.000.000,-
-Pemasangan jaringan, dll Rp 15.000.000,-
TOTAL Rp100.000.000,-
Biaya Operasional
Langganan Jaringan internet Rp 5.000.000,-
Gaji pegawai 6 orang Rp 4.800.000,-
Listrik Rp 1.200.000,-
Makanan dan Minman Rp 1.000.000,-
TOTAL Rp 12.000.000,
Omzet* per bulan Rp 25.000.000,-
Laba per Bulan Rp 13.000.000,-
Analisis BEP 7 – 8 bulan
Catatan :
Diluar biaya sewa tempat







SABLON
Bisnis ini sangat menarik. Selain gampang dilakukan, modal yang sangat kecil, pengelolaan tidak rumit, risikopun sangan rendah. Sablon juga masih bisa terus dibutuhkan. Dan keuntungan yang kita perolehpun cukup lumayan, sekitar 10% sampai 50% dari biaya keseluruhan setiap kali sablon. Apalagi jika msa tertentu seperti pemilu, pilkada, dan lain-lain, omzet kita akan berlipat – lipat.
Walau sebenarnya menyablon itu sangat mudah, kita tetap membutuhkan pegawai untuk menjaga agar pekerjaan tetap kita masih bisa berjalan.
KONSUMEN
Konsumen kita bisa perusahaan, indivisu, atau panitia acara.
BAGAIMANA MEMULAI
Bisnis ini bisa dimulai dengan modal yang kecil, yaitu sekitar angka satu juta rupiah. Tetapi semakin besar modal kita semakin baik. Uang itu untuk membeli peralatan sablon, seperti screen dll.
Untuk pegawai, akan lebih baik bila kita memilih yang sudah berpengalaman. Jika tidak mendapatkannya, kita bisa melatih mereka dalam beberapa hari. Dan dari segi harga bisa bermacam – macam tergantung jumlah warna, ukuran, dn tingkat kesulitan.
HAMBATAN
Pemasaran bisa menjadi kendala kita. Hal ini dikarenakan persaingan yang cukup ketat.
KUNCI SUKSES
Dalam bisnis ini pemasaran sangat penting. Karena kita adalah pemula, dibutuhkan promosi agar perusahaan – perusahaan dan masyarakat mengenal kita. Kita bisa memanfaatkan usaha kita ini sebagai promosi juga. Misalnya membuat spanduk dengan dsain unik dan bagus disertai nama dan alamat sablon kita sebarkan ke berbagai tempat strategis.




Analisis BEP
Investasi Awal
Peralatan sablon Rp 1.000.000,-
Bahan baku Rp 500.000,-
Promosi Rp 500.000,-
TOTAL Rp 2.000.000,-
Biaya Operasional
Gaji pegawai 2 orang Rp 1.400.000,-
Bahan Baku Rp 1.000.000,-
Telepon, Listrik, transportasi Rp 600.000,-
TOTAL Rp 3.000.000,-
Omzet* per bulan Rp 5.000.000,-
Laba per Bulan Rp 2.000.000,-
Analisis BEP 1 - 3 bulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar