Selasa, 08 Juni 2010

kriteria penilaian investasi

Setiap penilaian layak yang diberikan nilai yang standar untuk usaha yang sejenis dengan cara membandingkan dengan rata-rata industry atau target yang telah ditentukan. Dalam prakteknya ada beberapa kriteria untuk menentukan apakah suatu usaha layak atau tidak untuk dijalankan ditinjau dari aspek keuangan. Criteria ini sangat tergantung dari kebutuhan masing-masing perusahaan dan metode mana yang akan digunakan. Setiap metode yang digunakan mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dalam penilaian suatu usaha hendaknya penilai menggunakan beberapa metode sekaligus. Artinya penilai menggunakan beberapa metode yang digunakan, maka semakin memberikan gambaran yang lengkap sehingga diharapkan memberikan hasil yang akan diperoleh menjadi lebih sempurna.
Adapun criteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha atau investasi adalah :
Payback Periode (PP)
Average Rate of Return (ARR)
Net Present Value (NPV)
Interval Rate of Return (IRR)
Profitability Index (PI)
Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktifitas dan profibilitas.

Payback Peride (PP)
Metode payback penriode merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu pengembalian investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan ini dapat dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun. Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan.
Ada 2 macam model perhitungan yang akan digunakan dalam menghitung masa menghitung pengembalian investasi sebagai berikut :
Apabila kas bersih setiap tahun sama

PP = investasi/(kas bersih /tahun) x 12 bulan

Contohnya : PP = (Rp.5.000.000.000)/(Rp.2.500.000.000) x 12 bulan = 24 bulan = 2 tahun

Apabila kas bersih setiap tahun berbeda seperti kasus diatas maka PP dapat dicari sebagai berikut:
Investasi : Rp. 5.000.000.000,-
Kas bersih tahun 1 : Rp. 1.750.000.000,-
Rp. 3.250.000.000,-
Kas bersih tahun 2 : Rp. 1.900.000.000,-
Belum cukup : Rp. 1.350.000.000,-
Kas bersih tahun 3 : Rp. 2.050.000.000,-
Kelebihan : Rp. 700.000.000,-

PP tahun 3 = (Rp.1.350.000.000)/(Rp.2.050.000.000) x 12 bulan
= 7,9 atau 8 bulan
Maka PP adalah 2 tahun 8 bulan

Untuk menilai apakah usaha layak diterima atau tidak dari segi PP, maka hasil perhitungan tersebut harus sebagai berikut:
1. PP sekarang lebih kecil dari umur investasi
2. Dengan membandingkan rata-rata industry unit usaha sejenis
3. sesuai dengan target perusahaan
Kelemahan metode ini sebagai berikut:
1.Mengabaikan time value of money
2. tidak mempertimbangkan arus kas yang terjadi setelah masa pengembalian.

Average Rate of Return (ARR)
Merupakan cara untuk mengukur rata-rata pengembalian bunga dengan cara membandingkan antara rata-rata laba setelah pajak (EAT)dengan rata-rata investasi.
Rumus untuk menghitung ARR adalah sebagai berikut:
ARR (%) = (rata-rata EAT ( Average earning after tax))/(rata-rata investasi ( Average inverment))

Rata-rata EAT = (Total EAT)/(umur ekonomis (n))

Rata-rata Investasi = Investasi/2

Net Present Value (NPV)
NPV atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih (PV of proceed) dengan PV investasi ( capital outlays) selama umur investasi. Selisih antara kedua PV tersebutlah yang kita kenal dengan Net Present Value(NPV)
Rumusan yang biasa digunakan dalam menghitung NPV adalah :

NPV = (kas bersih 1)/(( 1+r)) + (kas bersih 2)/〖(1+r )〗^2 +⋯+ (kas bersih N)/〖(1+r)〗^n _ Investasi
Setelah memperoleh hasil yang dengan:
NPV positif, maka investasi diterima, dan jika
NPV negative, sebaiknya investasi ditolak

Interval Rate of Return (IRR)
Merupakan alat untuk mengukur tingkat pengembalian hasil intern. Ada dua cara yang digunakan untuk mencari IRR.
Cara yang pertama untuk mencari IRR adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Cari rata-rata kas bersih yaitu sebesar 2.070 yang diperoleh dari : (dalam jutaan)

(1.750+1.900+2.050+2.200+2.450)/5 = 2070

Perkirakan besarnya PP yaitu:

PP = 5.000/2.070 = 4,416

Dalam tabel A4, tahun ke 5 diketahui yang terdekat dengan angka 2,416 adalah 2,436 adalah 30%.
Secara subjectif tiap discount kita kurangi 2 % menjadi 28 % sehingga NPVnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Perhitungan dengan tabel (dalam ribuan)
Tahun Kas bersih D.F (28 %) PV Kas bersih
1 1.750.000 0,781 1.366.750
2 1.900.000 0,610 1.159.000
3 2.050.000 0,477 977.850
4 2.200.000 0,373 820.000
5 2.450.000 0,291 712.950
Total PV kas bersih 5.037.150

Nilai NPV positif yaitu 5.037.150 – 5.000.000 = 37.150

Profitability Index (PI)
Profitability Index (PI) atau benefit and cost ratio (B/C ratio) merupakan rasio aktifitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi. Rumusan yang digunakan untuk mencari PI adalah sebagai berikut:

PI = (∑▒〖PV kas bersih〗)/(∑▒〖PV investasi〗) x 100%

Dengan kesimpulan:
Apabila PI lebih besar ( > ) dari 1 maka diterima
Apabila Pi kurang dari ( < ) dari 1 maka ditolak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar